Prolog [Chapter 0]

ahmad ali buni

Hey There! Let's Get in Touch! 

Aku Ahmad Ali Buni, satu dari sekian juta kaum milenial yang bernafas di planet bumi. Salam.

Untuk sekedar pemberitahuan, kalian sekarang sedang berada di sebuah lifestyle blog sharing personal experience yang ditujukan bagi kaum muda milenial dan generasi muda lainnya dimanapun berada agar berani menghadapi dan menyambut kebangkitannya. Dengan tagline 'me, my self, and I', seolah-olah kalian sedang berdiri di depan cermin kehidupan kalian, aku berharap agar kalian semua dapat melihat pantulan itu -- pantulan yang membuat kalian mengenali jati diri kalian dan mengobarkannya bahwa 'inilah aku yang sebenarnya'.

Aku berharap sekali kalian semua untuk menjangkau, meminta posting, atau bertanya apa saja kepadaku. Anggap saja sebagai cermin, diary, atau kolom update status sosmed ketika kalian hendak berkeluh kesah.

Konten di sini dibuat sebagai pesan bahwa kalian tidak sendirian. Bersama kita akan mencari cara bagaimana menghadapi dunia sebagai seorang milenial.

⇝ ⇝ ⇝ ⦽ ⇜ ⇜ ⇜

Singkatnya, Kisahku:

Aku bercita-cita menjadi seorang guru, namun aku tidak bisa mewujudkannya karena faktor keadaan ekonomi orang tuaku pada waktu itu benar-benar tidak memungkinkan untuk menguliahkanku. And it's break my heart.

Aku jatuh dalam kesedihan dan krisis kegalauan ketika memasuki dunia dewasaku.
Karena keinginan untuk move on dan memulai lembar baru, aku mencari pekerjaan. Apa saja. Sampai akhirnya aku mendapatkan panggilan interview pertamaku, dan diterima sebagai pekerja bagian produksi di sebuah pabrik. Ironisnya, baru sebulan bekerja aku memutuskan untuk keluar. Hanya sebulan. Why?! 

>>> Read The Reason Why I Quit From My First Job <<<

Setelah itu aku menghabiskan waktuku dengan kegiatan eat-sleep-doing nothing, and repeat selama berbulan-bulan. Sampai pada akhirnya hatiku terbuka kembali untuk mencoba bangkit. Aku ingin bekerja dan menghasilkan uang, adalah tujuan baruku.

Beruntung, aku mendapatkan kesempatan itu. Aku diajak oleh ayahku untuk bekerja menjadi pekerja konstruksi di luar kota. Pekerja konstruksi?!
Singkatnya ....

Kurang-lebih dua tahun aku nyaman melakoni pekerjaan tersebut dan banyak hal-hal baru nan berharga yang aku dapatkan. Klimaksnya, ketika aku menjadi foreman di sebuah proyek konstruksi, aku ditawari oleh seorang proyek manajer untuk menghandle sebuah proyek baru. Dan dengan sopan terpaksa aku tolak. Bodoh sekali kau! Membuang kesempatan emas begitu saja.

Aku ingin kuliah!

Kesempatan untuk kuliah itu sekarang bukan mustahil lagi. Kalau pun aku kehabisan modal di tengah jalan, orang tuaku sekarang siap untuk membiayai segala kebutuhan perkuliahanku. Dan aku pun kuliah. Akan tetapi bukan lagi menjadi seorang guru yang menjadi pedomanku. Aku justru mengambil kuliah jurusan manajemen di universitas swasta yang ada di daerahku sendiri. (....???)

Oooh ... sepertinya aku akan banyak bercerita ke depannya.

Okay! Aku pergi ke bangku perkuliahan -- menjalani hari-hari sebagai mahasiswa -- bahkan aku mendapatkan pekerjaan baru ketika memulai semester ... hanya untuk dua bulan lalu keluar lagi. WTF?! Selanjutnya aku menjalani kehidupan kuliahku hingga mendapatkan gelar sarjana. And struggling again.


Susah payah mencari kerja, tetapi lowongan yang tersedia tidak sesuai dengan latar belakang pendidikanku. Kalaupun ada lowongan yang sesuai, aku merasa itu tidak cocok denganku. Dan problematika lainnya. Ikut tes seleksi pegawai negeri? Berakhir dengan kegagalan.

Karena merasa jalan sudah buntu dan tidak ada pilihan lain, terpaksa aku kembali merantau dan bekerja di dunia konstruksi lagi. Dan lagi-lagi hanya bertahan sampai dua bulan. Mencoba peruntungan lagi -- ikut tes seleksi pegawai negeri lagi ... gagal lagi.

Setelah itu aku membeli barang-barang yang menunjang hobiku, mengisi hari-hariku dengan traveling, naik gunung, begadang sepanjang malam dengan kopi dan rokok, download semua film yang tidak sempat aku tonton di bioskop dan menontonnya sekaligus selama berjam-jam, bermain game online sampai bosan, sosial media lifestyle sudah pasti, dan itu berulang-ulang sepanjang hariku.

Tapi ... di antara kopi dan rokok yang aku konsumsi pada kegiatan-kegiatan tadi, aku memutuskan untuk memulai blog ini untuk bercerita dan membantu kalian yang mungkin nasibnya sama sepertiku, mengajak kalian melompat, dan menyusuri semua hal dewasa ini bersamaku.

Banyak kesalahan dan kekurangan yang sudah kuperbuat selama seperempat abad hidupku ini dan aku melihat segala sesuatunya sebagai pelajaran hidup dan fase berproses yang membangun pribadiku sekarang. Aku berharap blog ini dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca semua untuk melakukan yang lebih baik ketimbang saya dan merangkul teman-teman yang lain untuk mengetahui siapa kita sebenarnya.

Salam.

⇝ ⇝ ⇝ ⦽ ⇜ ⇜ ⇜

Aku ingin mengenalmu, mari berteman!



Ahmad Ali Buni

SUBSCRIBE