Merasa Sangat Tersesat Seolah Tak Bisa Berbuat Apa-apa? Hope These Words Can Be The Light

merasa sangat tersesat seolah tak bisa berbuat apa-apa?

Dalam hidup, tidak jarang tubuh kita merasa seperti lumpuh. Merasa buntu. Merasa tidak bisa melakukan apapun.

Kita merasa kalah dan habis.

Perasaan itu sungguh asing. Bahkan menakutkan.

Kita dapat merasakan energi kegelisahan yang bergerak menyusupi tubuh kita. Lambat laun, kian merasuk (mengalir di seluruh penjuru nadi). Resah. Langit sore yang cerah pun tak ada makna lagi bagi kita saat itu. Ada yang salah. Namun, rasanya tidak bisa menunjuk apa-apa, siapa-siapa.

Tidak berharap menjadi katak yang terjun mengarungi lautan. Tapi sungguh menyedihkan ketika kita merasa menjadi tidak berguna, ketika hanya bisa diam tanpa tindakan apapun. Berharap waktu sendiri yang akan melenyapkannya, seperti menunggu paket hadiah yang tengah dalam perjalanan. Padahal tidak. Dan, keresahan itu makin tak tertahankan. Lalu kita merasa aneh. Seperti ada yang kurang. Dan tidak tahu kenapa, kita merasa kehilangan sesuatu yang entah apa.

. . . . .

Apakah kamu berada pada fase ini? Merasa sangat buntu dan tidak bisa melakukan apa-apa? Jika ya, ketahuilah, kamu tidak sendirian. Jujur, ketika aku menulis post ini agar bisa menjadi petuah untuk kalian bertindak, ini juga sebagai penyemangat untuk diriku sendiri. Dan semoga dapat menjadi cahaya penerang bagi kita semua.

Open Your Eyes And See, You Will Find Out

Kita dapat menutup mata dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Tapi pandangan yang seperti itu adalah keliru. Buka mata, lihatlah dunia. Dunia ini terus berputar. Hidup ini terus berjalan di saat kita terpaku pada beban dan kesedihan yang kita tanggung sendirian. Tidakkah ini cukup untuk membuat kita menyadari bahwa ternyata ada banyak sekali hal-hal yang telah kita luputkan. Benar?

Jadi sekarang keluarlah dari tempat persembunyianmu, beranjaklah dari pojokan itu, dan lihatlah, betapa luas dan indahnya dunia ini. Bukan menyuruhmu untuk melakukan perjalanan nan jauh, tapi sungguh kamu harus benar-benar membuka mata dan melihatnya sendiri. Kamu akan menemukannya. Apa yang ditawarkan dunia kepada kita, apa yang dibutuhkan dunia dari kita, dan apa yang bisa kita perbuat untuk dunia.

Stop Do Nothing, Stop Waiting! Set A Deadline & Do it

Semua orang tahu jika hanya berdiam diri dan menunggu tidak akan mengubah apapun. Jika kalian berpikir seperti; 'okay, aku akan menunggu sampai semuanya indah pada waktunya,' maka rubah mindset itu sekarang juga. Indah pada waktunya akan menjadi kenyataan jika kita sudah melakakukan yang namanya usaha yang dijalani selangkah demi selangkah.

Banyak orang menghabiskan waktunya untuk berpikir dan membuat jadwal dalam sebuah daftar tentang hal-hal yang akan dilakukannya. Ya, sebuah langkah yang bagus untuk mencapai sebuah tujuan. Akan tetapi, bisakah tujuan itu tercapai jika tanpa sebuah tindakan? Hey, pistolnya sudah berbunyi 'dor!' sampai kapan kamu terus bersiap di belakang garis start? Jadi tentukan batas tenggat waktunya, kapan harus berhenti menatap papan rencana dan kembali ke dunia nyata ... mulailah bertindak atau hanya akan menjadi sebuah wacana.

Sekedar saran: jangan terlalu banyak berpikir ketika kamu hendak melakukan sesuatu, hitung saja; satu, dua, tiga ... lakukan!
"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." [QS. Ar-Ra'd: 11]

Find The Meaning Behind & Take The Lesson

Aku tidak bermaksud untuk promosi, tapi jika kalian membaca sedikit ceritaku yang dimulai dari Prologue, kalian akan melihat sedikit gambaran tentang perjalanan hidupku ... yang membangun pribadiku yang sekarang. Merasa begitu buntu dan tidak mampu untuk melakukuan apa-apa adalah cara semesta menguji kita untuk menyerah atau terus berjuang.

Jujur, ketika aku pertama kali menulis post tersebut, aku mulai memiliki pemikiran seperti, "Apa yang aku lakukan sekarang? Haruskah aku terus lanjut?" Saat menuliskannya, seketika air mata mengalir keluar dari kedua mataku. Sebagian air mata itu keluar karena aku merasa bahwa tidak ada seorang pun yang akan peduli, sebagian air mata yang lain keluar oleh kesedihan karena aku benar-benar tidak ingin menyerah meski sudah mengalami jatuh-bangun yang tidak sedikit, dan sebagian air mata yang lain keluar karena takut jika semuanya akan lenyap dalam sekejap .... Aku pikir daripada menyerah, aku perlu mengaitkannya kembali dengan apa yang menjadi alasanku. Kegagalan-kegalan yang kemarin terjadi itu terhubung dengan rencana besar yang mungkin mulai aku luputkan. Sebuah tabir yang menunggu untuk ku singkap.
Sungguh aku tidak ingin menjadi pribadi yang sombong, tapi aku merasa mungkin Tuhan menganggapku begitu hebat sampai diberikannya cobaan yang begitu berat kepadaku. Dia pasti sangat memperhatikanku. Menyadari hal itu, semua kesedihanku sirna.

Get Closer On God

Apakah aku sedang berdakwah sekarang? Anggap saja begitu. Tapi bacalah kembali kata-kataku di atas, maka kalian akan mengerti apa yang aku maksudkan. Tuhan memiliki caranya untuk berdialog dengan kita, tinggal kita menyadarinya atau tidak.

Aku selalu percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika ada andil Tuhan di dalamnya. Kita hanya perlu berusaha, melakukannya semampu kita, sisanya kita pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa. Kita bisa saja tidak memiliki apa-apa, siapa-siapa, tapi kita masih punya Tuhan bukan?

Rely On Your Family & Friends

Bila malam datang dan gelap menggatikannya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan apabila kita memiliki keluarga dan teman sejati. Karena mereka akan selalu ada di sisih kita. Memegang tangan kita. Memastikan kita tidak jatuh.
"When the snows fall and the white winds blow, a lone wolf dies but the pack survives .... Winter is coming." [George R.R. Martin]

Remember That It's Impossible To please Everyone

Bukankah ini suatu kebenaran? Jangan pedulikan orang lain akan bicara apa tentang kalian, ini hidup hidup kalian, kalian yang jalani sendiri, bukan orang lain. Jadi jangan berpikir, "kalau aku begini nanti orang-orang bakal bilang begini-begitu and bla bla bla ...."  jika kita terpaku oleh pemikiran-pemikiran seperti itu, yang terjadi adalah bahwa hidup yang kita jalani ini tidak lebih sekedar untuk menuruti ekspektasi orang lain. Apa kalian ingin menjalani hidup yang seperti itu? Tentu tidak bukan?

Dan ingat ini ... singa yang sendirian akan terus berjalan dengan tenang dan gagahnya meski sekawanan hyena menghadang dan menggonggonginya. Camkan.

Remember Your Childhood

Pernah pada suatu hari aku tidak membuka album foto lama dan menemukan diriku ketika masih berumur sekitar dua tahunan, tanpa melihat arah kamera dan berpose duckface. Masih tanpa dosa, tanpa beban. Lalu tanpa sadar aku jadi mengingat seingat-ingatnya masa-masa kecilku dulu. Hanya berpikir permainan apa yang akan dimainkan selanjutnya, berjalan mengendap-endap menangkap capung di tengah terik matahari, berlari menerbangkan layang-layang di sawah, menangkap ikan dan berenang di sungai tanpa rasa takut akan tenggelam, dan hanya takut akan dimarahi oleh ibu jika bermain terlalu jauh dan pulang dengan pakain yang kotor tak karuan. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran yang lain. Hanya menganggap bahwa dunia adalah sekedar taman bermain. Tidak ada yang lebih indah dari masa-masa itu.

Kemudian aku kepikiran, bagaimana jika diriku yang dari masa kecil itu muncul di hadapanku, melihatku terdiam tak berdaya oleh keadaan? Kekecewaan seperti apa yang akan diperlihatkannya? Membayangkan jika sampai hal semacam itu terjadi, aku pasti akan menangis tanpa sanggup menahannya. Dan meminta maaf kepadanya karena telah mengkhianati masa kecilku sendiri. Kenapa? Karena seharusnya saat ini aku memiliki hal-hal yang mungkin bisa dia kagumi dan menjadi inspirasi baginya.

Cobalah sesekali untuk membayangkannya, seriously.

There Is A Rainbow Behind The Rain

Menurut kalian apa harga yang pantas bagi orang yang berjuang dalam keterpurukannya? Sebuah penghargaan, mungkin?

Belajar dari sejarah bangsaku, dalam kepalaku sendiri aku jadi bertanya-tanya, kenapa orang-orang pada masa dulu (yang sekarang disebut pahlawan) tidak menyerah saja dan tunduk kepada penjajah, dan malah melawan senapan dan meriam dengan bambu yang diruncingkan ujungnya? Dan semua jawaban yang muncul dari pertanyaaan itu mengarah pada alasan 'untuk sebuah kemerdekaan dan masa depan yang lebih baik.' Kita semua tahu betul apa artinya itu. Dan dengan segala perjuangan dan pengorbanan yang terlah tercurahkan, menjadi kenyataan.

Kita harus yakin bahwa dari setiap rintangan dan keterbatasan yang menghadang, ada sebuah peluang untuk perubahan dan hasil yang indah.
"Habis gelap terbitlah terang." [R.A. Kartini]

Ahmad Ali Buni

SUBSCRIBE