4 Dialog Batin yang Harus Kamu Katakan kepada Dirimu Sendiri Setiap Hari

By Ahmad Ali Buni - 3/30/2019

4 dialog batin yang harus kamu katakan kepada dirimu sendiri setiap hari


The Inner Dialog

Dialog batin. Ya. Setiap orang melakukannya setiap hari. Seolah-seolah sedang bertatap muka dengan diri sendiri lalu mengajaknya berdiskusi atau sekedar berkeluh-kesah atas apa yang kita alami. Dalam dialog batin kita secara terus-menerus merefleksikan berbagai pemikiran dan perasaan yang kita rasakan, entah itu hal positif maupun negatif, setiap hari.

Kebanyakan dari kita hanya membiarkan dialog batin itu berjalan dengan sendirinya, tanpa mengontrolnya, atau mempengaruhi segala hal yang melewati pikiran kita secara aktif. Dan itu merupakan salah satu alasan kenapa seseorang berada di dalam lamunan. Yang menjadi masalahnya adalah bagaimana jika hal-hal yang melewati pikiran kita itu kebanyakan hal-hal yang negatif? Atau bagaimana jika hal-hal yang melewati pikiran kita itu adalah hal-hal yang berkebalikan dengan apa yang ingin kita jalani? Tentu saja itu akan memiliki dampak yang tidak baik.

Jika kalian ingin menjalani apa yang menjadi impian kalian, mengendalikan nasib kalian, dan memenuhi masa depan kalian dengan kebahagiaan, cinta dan kasih sayang, dan kesuksesan yang selalu kalian bayangkan, alangkah baiknya jika kalian mengambil sebuah ketegasan atas dialog batin kalian. Dengan kata lain, mengendalikan dialog batin kalian.

Katakan Hal Ini Kepada Diri Kalian Setiap Hari

Sebelumnya, kalian harus pastikan dulu bahwa apa-apa saja yang melewati pikiran kalian merupakan hal yang positif. Ini adalah langkah tegas yang pertama. Berikutnya adalah menyampaikan ketegasan itu dalam dialog batin kalian. Tidak harus sama dengan apa yang akan aku sampaikan di bawah ini karena kita semua tahu setiap orang punya caranya masing-masing, dalam hal apapun. Namun setidaknya pernyataan-pernyataan di bawah ini bisa dijadikan contoh sebagai penegasan dalam dialog batin kita. Dan berikut ini adalah pernyataan-pernyataan penegasan yang harus dikatakan kepada diri sendiri setiap hari:

1. "Apa saja yang aku lakukan hari ini adalah untuk impian, kebahagian, dan masa depanku."

Bukankah ini yang menjadi alasan kita bangun pagi setiap hari? Bekerja, mencari rejeki, mencari ilmu, apapun itu yang kita kerjakan hari ini, hendaknya semua itu kita tujukan untuk impian, kebahagian, dan masa depan kita. Maka dari itu hal ini disebut dengan 'berusaha'. Meski belum tahu seperti apa skenario yang telah disiapkan semesta untuk kita di masa depan, kita tahu betul bahwa diri kita adalah satu-satunya orang yang paling mampu untuk menyingkap tabir itu—takdir kita. Dan sebagai pemeran utama dalam hidup yang kita jalani, akan jadi genre hidup yang seperti apa—nasib kita—itu sepenuhnya bergantung pada diri kita.

Ingat kembali bayangan mengagumkan tentang masa depan yang kita impi-impikan, betapa mengagumkannya. Hanya kita sendiri yang dapat membayangkannya. Dan karena hanya kita yang dapat membayangkannya, kita sendiri pula satu-satunya orang yang dapat mewujudkannya. Bukankah begitu?

Maka dari itu, lakukan hal ini setiap hari. Lakukan setiap kali kalian beranjak dari tempat tidur, lakukan setiap kali kalian berkaca, lakukan setiap kali kalian hendak keluar dari pintu rumah, kapanpun, setiap hari. Ikrarkan kepada diri sendiri sebagai sebagai sebuah keyakinan bahwa, "apa saja yang aku lakukan hari ini adalah untuk impian, kebahagian, dan masa depanku." 

Ibarat sebuah bangunan, keyakinan adalah yang menjadi tiangnya. Rawatlah dan selalu pegang teguh keyakinan itu.

2. "Aku bersyukur atas siapa aku, apa yang aku miliki, di mana aku sekarang, dan ke mana aku akan pergi."

Pernahkah kita berpikir bahwa bisa jadi segala kesedihan, kewalahan, depresi, kekhawatiran, dan segala pesimisme tentang masa depan kita, berasal dari kurangnya upaya kita dalam mensyukuri hidup kita? Bisa jadi. Maka dari itu, berlatih bersyukur adalah cara paling ampuh untuk mengarahkan kita pada hal yang lebih positif.

Jadi, setiap kali kalian merasa merasa begitu kecil, menyedihkan, tidak berarti, atau bahkan merasa bahwa hidup ini tidak adil, kalian harus ingat bahwa tidak peduli seberapa buruk kelihatannya hidup kalian, akan selalu ada orang-orang di luar sana yang keadaannya lebih memprihatinkan dibanding kalian. Tidak perlu aku sebutkan seperti apa contohnya, karena jujur kalau kita mau 'membuka mata', menundukkan kepala kita sejenak untuk melihat yang ada di bawah ... kita ini jauh lebih beruntung dibandingkan dengan mereka. Sungguh. Kita, manusia, sudah terlalu sering mendongakkan kepala kita ke atas sampai lupa caranya melihat ke bawah. Masih mending kita yang sekarang ketimbang mereka. Membuat kita luput akan keajaiban yang ada di bawah sana, keajaiban tentang bagaiman mereka tetap keluar dan menjalani hidupnya dengan senyum di wajah mereka. Kita harusnya malu kepada mereka.

Di samping itu, kalaupun kalian belum bisa melihatnya sekarang, pertimbangkan lagi bahwa ada orang-orang yang peduli dengan kalian, yang selalu memberi dukungan tanpa kalian minta. Atau pertimbangkan lagi bahwa setidaknya kalian masih dikaruniai kesehatan, usia yang masih muda, atau fakta bahwa kalian masih hidup dan bernafas—sebuah pertanda nyata dari semesta bahwa sampai sekarang kalian masih diberikan kesempatan (untuk melakukan kebaikan). Kita bisa bangun dari tidur kita saja merupakan suatu anugerah. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika kita tidak terbangun dari tidur kita? Maka dari itu, jika ingin menjalani kehidupan yang luar biasa, mulailah dengan sikap bersyukur.

Ada begitu banyak cara untuk bersyukur, banyak pula momen yang bisa kita gunakan ... dan semua itu tergantung pada kepekaan kita.

3. "Ini adalah jalan yang aku pilih, jalan hidupku, dan aku akan berjalan di atasnya."

Pasti akan ada saat di mana orang-orang tidak hanya meragukan kemampuan kita untuk maju, tetapi juga mempertanyakan apakah tujuan itu layak untuk kita kejar. I think it's funny. Atau akan ada saat di mana beberapa dari keluarga dan teman terdekat kita mungkin akan menarik kita dan mengajak kita keluar dari jalur dan waktu yang kita habiskan untuk mengejar impian kita. Hmm, mungkin karena mereka khawatir dan peduli terhadap kita. Bisa jadi.

Hal semacam ini pasti ada, pasti akan terjadi. Akan ada banyak suara-suara yang mencoba meyakinkan kalian bahwa jalan merekalah yang benar dan jalan kalian adalah salah, terlebih jika apa yang kita lakukan merupakan sebuah anomali, pada saat inilah kalian perlu memberikan perhatian kalian dan berkata, "Ini adalah jalan yang aku pilih, jalan hidupku, dan aku akan berjalan di atasnya."

Memang tidak mudah untuk menjaga ritme kita agar tidak goyah. Apalagi jika faktor penyebabnya adalah bunyi-bunyian yang tidak ingin kita dengar dari mulut orang. Karena itu, ada kalanya kita perlu untuk menyumpal telinga kita, dan ada kalanya kita perlu menyuarakan idealisme kita.

Dan jika itu tidak berhasil, dengan kata lain orang-orang masih begitu "perhatian" dengan kita (dengan tanda kutip), biarkan saja dan ingat hal ini baik-baik: singa akan terus berjalan dengan gagahnya meski dia dihadang dan digonggongi segerombolan hyena.

Pertanyaanya, merujuk pada metafora di atas, kamu yang sekarang ibarat seekor singa atau anggota kawanan hyena? Ha! Aku selalu suka dengan metafora di atas.

4. "Aku adalah tuan dari nasibku sendiri."

Hmm. Sebelumnya aku menggunakan kalimat "I am master of my own destiny" sebelum merubahnya menjadi kalimat di atas. Alasannya ... ya, sebagai seorang yang beriman (dan semoga aka selalu demikian) aku mempercayai bahwa yang namanya takdir itu sudah dituliskan dan itu merupakan sebuah kepastian. Hanya Tuhan yang mampu merubahnya. Memang, dengan kekuatan do'a itu bukan suatu hal yang tidak mungkin. Akan tetapi tidak bijak jika mengatakan bahwa "aku adalah tuan dari takdirku sendiri" dengan melupakan Tuhan Yang Maha Kuasa yang sudah menentukan takdir kita. Maka dari itu aku merubahnya menjadi "aku adalah tuan dari nasibku sendiri" dan bagiku ini terdengar lebih masuk akal. Kenapa?

Karena di dalam Al-Qur'an telah disampaikan:
"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." [QS. Ar-Ra'd: 11]
Ini adalah sebuah petunjuk bahwa akan jadi seperti apa nasib kita itu sepenuhnya tergantung pada usaha kita sendiri. Kita memang memiliki keterbatasan untuk mengetahui apa yang ada di masa depan atau untuk sekedar mengetahui takdir apa yang akan kita terima nantinya sebelum sampai pada waktunya takdir itu terjadi. Tetapi kita tahu akan satu hal yang pasti, bahwa kita memiliki daya untuk merubah nasib kita sendiri.

Ini sekaligus menjadi epic dari rangkaian dialog batin yang telah disampaikan dari poin yang pertama sampai yang terakhir. Sebuah benang merah yang dapat membuat kalian semakin yakin akan potensi diri yang kalian miliki. Ingat, meyakinkan diri bahwa "aku adalah tuan dari nasibku sendiri" berarti meyakini bahwa kita adalah tuan dari impian, kebahagiaan, dan masa depan kita sendiri.

Apakah kalian memperhatikan dialog batin kalian?

J.K. Rowling, melalui karakter Profesor Dombledore, berkata:
"Kata, dalam opiniku, hampir seperti sumber sihir yang tak ada habisnya ...."
Begitu pula dalam kasus ini, bagaimana pernyataan-pernyataan tegas yang kalian katakan dalam dialog batin itu dapat menjadi sebuah sumber kekuatan dalam menjalankan hidup kalian ke arah yang lebih baik. Sebuah keyakinan yang akan terus kalian pegang teguh.

Mulailah bangun keyakinan itu dari dalam dirimu ... dimulai dari dialog batinmu.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments