Pandita: Makna Di Balik Sebuah Nama

By Ahmad Ali Buni - 4/23/2019


Teruntuk kalian yang telah mengikuti blog ini dari awal pasti tahu bahwa blog ini telah beberapa kali gonta-ganti nama. Beberapa orang mungkin akan berkata: "... labil!" And that's okay, I don't blame it. Tapi sekarang, sekarang saya merasa benar-benar mantab dengan nama baru ini: Pandita.

Sebuah Nama Sebuah Cerita

Sebelumnya, apa yang ada di benak kalian mengenai nama 'Pandita'? Hmm.

Dalam bahasa Sansekerta, Pandita berarti guru (agama). Di Indonesia, umumnya, Pandita merupakan gelar kehormatan yang disematkan pada seorang guru atau pemimpin agama. Kata Pandita juga bisa diartikan sebagai oang yang bijaksana. Dalam pengertian-pengertian ini, Pandita selayaknya menjadi seorang panutan, pembimbing, dan pembina bagi umatnya.

Sekarang, yang mungkin menjadi pertanyaan kalian, apakah saya seorang Pandita?

Dan jawabannya adalah bukan. Saya bukan seorang Pandita. Saya bukan seorang pemimpin agama, bukan seorang bijak, bukan seorang suci, bukan juga seorang alim. Lalu kenapa saya menggunakan nama Pandita sebagai nama blog saya ini? 

Selalu ada makna di balik sebuah nama. Selalu ada cerita di balik penamaan itu sendiri. 

Begitu pula dengan Pandita sebagai nama blog yang telah saya pilih ini. Bahwa setidaknya saya telah menghabiskan waktu selama hampir 4 bulan ini sebelum mendapatkan nama yang dapat menggambarkan sekaligus menjadi pengharapan blog ini kedepannya.

Saya sendiri membangun blog ini dengan latar belakang semua pengalaman; perjalanan dan pembelajaran yang telah saya lalui sebelum dan setelah adanya Pandita—segala hal yang menjadi alasan lahirnya Pandita, pula segala hal yang dibagikan di dalamnya: yang mana ditujukan (khusus) bagi kalian; para milenial dan generasi muda lainnya.

Harapan Pandita Kedepannya:

Dalam hidup, kita semua pasti punya guru dalam artian dan wujud yang sebenarnya. Ia berjalan menghampiri kita supaya lebih dekat, berdiri menyampaikan ilmu dan kebajikan kepada kita, mendidik kita, bahkan mengulurkan tangannya kepada kita .... Betapa mulianya beliau-beliau guru kita. Jadi ingat kalau dulu saya pernah bercita-cita untuk menjadi guru.

Dan Pandita ... Pandita juga ingin menjalankan lakon mulia yang sekaligus menjadi pengharapan Pandita kedepannya: 

Saya berharap, kedepannya nanti, Pandita bisa menjadi tempat bagi kalian: yang butuh pengertian dalam ketidaktahuanyang butuh setitik penerang di tengah gulitayang ingin terus berjalan dalam kebuntuan, yang ingin bangkit dalam keterpurukanyang ingin menemukan dalam pencarian, dan yang paling utama, Pandita ingin menjadi tempat bagi kalian: yang butuh teman dalam kesendirian.

Ingat-ingatlah, Pandita ada untuk kalian.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments