Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

By Ahmad Ali Buni - 5/04/2019

keutamaan bulan suci ramadhan

Para pendahulu kita yang saleh (salaf) sangat tertarik untuk menyenangkan Allah SWT dengan cara apa pun yang mereka bisa dan mendekat kepada-Nya dengan cara melakukan berbagai jenis perbuatan yang baik dan benar. Dan mereka akan melakukannya lebih dari itu selama bulan Ramadhan yang diberkati karena status khususnya dalam Islam.

Beberapa Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Ramadhan adalah bulan yang dihormati dalam agama Islam dan dibedakan dari bulan-bulan lainnya oleh sejumlah karakteristik dan kebajikan, seperti yang termasuk di bawah ini:

1. Allah Menjadikan Puasa Ramadhan sebagai Rukun Islam yang Ke-3

Seperti firman-Nya yang telah disampaikan dalam al-Qur'an Surat al-Baqarah (Sapi Betina) ayat 185:
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." [QS. 2:185]
Dan itu diriwayatkan dalam al-Shahihain (Bukhari, 8; Muslim, 16) dari hadis Ibn 'Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Islam dibangun di atas lima (pilar) : kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah; mendirikan sholat; membayar zakat; Puasa Ramadhan; dan haji ke Baitullah (Ka'bah)." [HR. Bukhari & Muslim]

2. Bulan Diturunkan-Nya Al-Qur'an

Seperti yang di sebutkan dalam ayat yang dikutip di atas, bahwa:
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) ...." [QS. 2: 185]

Dan dalam surat al-Qadar (Kemuliaan) ayat 1, Allah berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam qadar (kemuliaan)." [QS. 97: 1]

3. Bulan Diturunkannya Malam Lailatul Qadar 

Apa itu malam Lailatul Qadar? Lailatul Qadr adalah satu malam penting di bulan Ramadhan dimana malam itu memiliki keistimewaan yang lebih baik dari seribu bulan. Allah telah berfirman dalam surat al-Qadar (Kemuliaan) bahwa:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) pada malam qadar (kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." [QS. 97: 1-5] 
Dan dalam surat Ad-Dukhaan ayat 3:
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi (Lailatul Qadar) dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." [QS. 44: 3]
Allah telah memberkati Ramadhan dengan Lailatul Qadar. Dan untuk menjelaskan status agung dari malam yang diberkahi ini, surat al-Qadar diturunkan. Selain itu banyak hadis yang juga berbicara tentang Lailatul Qadar, seperti hadis Abu Hurairah RA yang mengatakan: 
Rasulullah SAW mengatakan: "Telah datang kepadamu Ramadhan, bulan yang diberkati yang diperintahkan Allah kepadamu untuk berpuasa, di mana gerbang surga dibuka dan gerbang neraka ditutup, dan iblis pemberontak dirantai. Di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan barang siapa yang kehilangan kebaikannya memang dirampas."

Diceritakan oleh al-Nasaa'i, 2106; Ahmad, 8769. Digolongkan sebagai shahih oleh al-Albaani di Shahih al-Targhib, 999:
Dan Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah SAW mengatakan: " Barang siapa yang menghabiskan Laylatul Qadar dalam doa karena iman dan dengan harapan pahala, akan menjadi mengampuni dosa-dosanya yang sebelumnya." [HR. Bukhaari, 1910; Muslim, 760]

4. Bulan Pengampunan Segala Dosa & Dilipatgandakan Pahala

Allah telah menjadikan puasa Ramadhan dan menghabiskan pada malamnya dalam doa dengan keyakinan dan harapan pahala sebagai sarana pengampunan dosa, seperti yang dibuktikan dalam al-Shahihain (al-Bukhaari, 2014; Muslim, 760) dari hadis Abu Hurairah yang mana Rasulullah SAW berkata: 
"Barang siapa yang puasa Ramadhan karena iman dan dengan harapan pahala, dosa-dosanya yang sebelumnya akan diampuni."
Dan al-Bukhaari (2008) dan Muslim (174) juga meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW berkata:
"Barang siapa yang menghabiskan malam Ramadhan dalam doa karena iman dan dengan harapan pahala, dosa-dosanya sebelumnya akan diampuni."
Orang-orang Muslim sepakat bahwa Sunnah untuk berdoa qiyam pada malam hari di bulan Ramadhan. Al-Nawawi mengatakan bahwa apa yang dimaksud dengan sholat qiyam di Ramadaan adalah sholat Tarawih, yaitu, seseorang mencapai apa yang dimaksud dengan qiyam dengan sholat Taraaweh.

5. Dibuka-Nya Pintu Surga & Ditutup-Nya Pintu Neraka

Pada bulan ini, Allah membuka lebar gerbang surga dan menutup gerbang neraka rapat-rapat, dan mengikat setan, seperti yang dinyatakan dalam al-Shahihain (al-Bukhaari, 1898; Muslim, 1079), dari hadis Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengatakan: 
"Ketika Ramadhan datang, gerbang surga dibuka dan gerbang neraka ditutup, dan setan dirantai."

6. Setiap Malam Allah Memiliki Orang-Orang yang Ditebus-Nya dari Neraka 

Imam Ahmad (5/256) meriwayatkan dari hadis Abu Umaamah bahwa Rasulullah SAW berkata:
"Pada setiap berbuka puasa, Allah memiliki orang-orang yang ditebus-Nya." 
Al-Mundhiri mengatakan; tidak ada yang salah dengan isnad-nya; dan itu digolongkan sebagai shahih oleh al-Albaani di Shahih al-Targhib, 987.

Kemudian al-Bazzaar (Kashf – 962) meriwayatkan bahwa Abu Sa'eed berkata: 
Utusan Allah (damai dan berkah Allah besertanya) mengatakan: "Allah memiliki orang-orang yang ditebus-Nya setiap hari dan malam—yaitu, di Ramadhan, dan setiap Muslim setiap hari dan malam memiliki doa yang dijawab."

7. Puasa Ramadhan adalah Cara Penebusan Dosa yang Dilakukan Sejak Ramadhan Sebelumnya

Ini tentu dengan pengecualian selama seseorang menghindari dosa besar. Terbukti dalam Shahih Muslim (233) bahwa Rasulullah SAW berkata: 
"Sholat lima waktu harian, dari satu Jum'at ke yang berikutnya, dan dari satu Ramadhan ke yang berikutnya, adalah penebusan untuk (dosa-dosa)—dengan berkomitmen di antaranya, selama Anda menghindari dosa besar." 

8. Puasa di Bulan Ramadhan Sama Dengan Puasa Sepuluh Bulan

Seperti yang ditunjukkan oleh hadis di Sahih Muslim (1164) yang diriwayatkan dari Abu Ayyuub al-Ansaari: 
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari Shawal, itu akan seperti puasa untuk seumur hidup." 
Imam Ahmad (21906) meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkata: 
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, satu bulan seperti sepuluh bulan, dan puasa enam hari setelah al-Fitr akan menyelesaikan satu tahun."

9. Siapa Saja yang Berdoa Qiyam di Ramadhan dengan Imam Sampai Ia Selesai, akan Dicatat Baginya Bahwa Ia Menghabiskan Sepanjang Malam dalam Shalat

Karena berdasarkan laporan yang diriwayatkan oleh Abu Daud (1370) dan yang lainnya dari hadis Abu Dzhar RA bahwa Rasulullah SAW berkata: 
"Barang siapa yang berdoa qiyam dengan imam sampai ia selesai, akan dicatat baginya bahwa ia menghabiskan sepanjang malam dalam sholat." 
Digolongkan sebagai shahih oleh al-Albaani di Salat al-Tarawih, halaman 15.

10. Umrah dalam Ramadhan Setara dengan Haji

Al-Bukhari (1782) dan Muslim (1256) meriwayatkan bahwa Ibnu 'Abbas berkata: 
Rasulullah SAW berkata kepada seorang wanita di antara Ansar, "apa yang membuatmu melakukan haji bersama kami?" Dia berkata, "kami hanya memiliki dua unta yang kami gunakan untuk membawa air." Jadi, suami dan putranya pergi untuk naik haji dengan satu unta, dan ia meninggalkan yang lain untuk mereka gunakan untuk membawa air." Dia berkata, "ketika Ramadhan datang, pergilah umrah, karena umrah dalam Ramadhan sama dengan haji ...." 
Menurut sebuah laporan yang diriwayatkan oleh Muslim: 
".... Itu setara dengan melakukan haji bersama saya (Rasul)." 

11 - Sunnah untuk Mengamati I'tikaf (Undur untuk Tujuan Ibadah) di Bulan Ramadhan

Karena Rasulullah SAW selalu melakukan itu, seperti yang diriwayatkan dalam hadis Aisyah RA bahwa: 
"Rasulullah SAW menghabiskan sepuluh hari terakhir Ramadhan dalam i'tikaf sampai Beliau wafat, kemudian istrinya mengamati i'tikaf setelahnya." [HR. al-Bukhaari, 1922; Muslim, 1172]

12. Dianjurkan untuk Melalukan Mustahab

Mustahab adalah sesuatu yang telah dikerjakan oleh Nabi Muhammad satu atau dua kali, seperti halnya sholat dhuha dan lain sebagainya. Mustahab pada hakikatnya adalah perbuatan yang apabila dikerjakan mendapat pahala, dan apabila tidak dikerjakaan tidak mendapat dosa ataupun siksa. Mustahab dapat dikatakan sebagai tindakan Rasulullah yang kadang-kadang dilakukan dan disukai oleh para pendahulu yang saleh, dimana apabila tindakan ini di laksanakan akan mendapatkan pahala yang luar biasa, namun apabila di abaikan seseorang tidak akan berdosa.

Dalam hal ini, Mustahab yang sangat direkomendasikan dalam Ramadhan adalah untuk mempelajari al-Quran bersama dan membacanya sebanyak-banyaknya. Anda dapat mempelajari al-Qur'an bersama-sama dengan membacakannya kepada orang lain dan dengan meminta orang lain membacakannya untuk Anda. Bukti bahwa ini adalah mustahab adalah fakta bahwa Jibril biasanya bertemu Rasulullah SAW pada setiap malam di Ramadhan dan mempelajari Al-Qur'an bersamanya. Diriwayatkan oleh al-Bukhaari, 6; dan Muslim, 2308.

Membaca Al-Qur'an adalah mustahab secara umum, tetapi lebih utama jika dilakukan pada bulan Ramadhan.

13. Mustahab untuk Menawarkan Berbuka Puasa kepada Mereka yang Berpuasa

Karena hadis Zayd ibn Khalid al-Juhani RA yang mengatakan: 
Rasulullah SAW berkata: "Barangsiapa yang memberi iftar (penjamuan) kepada orang yang berpuasa akan mendapat hadiah seperti miliknya, tanpa mengurangi pahala orang puasa sedikit pun."
Dikisahkan oleh al-Tirmidzi, 807; Ibn Maajah, 1746; digolongkan sebagai shahieh oleh al-Albaani di Shahih al-Tirmidzi, 647.

Dan Allah SWT tahu yang terbaik.


Referensi:
  • The Virtues of Ramadaan: Islam Q&A
  • The Virtue of Fasting Ramadan. www.islamweb.net
  • Risalah Muslim

  • Share:

You Might Also Like

0 comments