Langkah Membiasakan Diri dengan Al-Qur'an [#6]

langkah membiasakan diri dengan al-qur'an

Mengenal Kitab Suci Al-Qur'an Lebih Dekat

Al-Qur'an adalah guru pembimbing yang menunjukkan kepada kita jalan yang benar. Ini adalah rahmat bagi orang-orang beriman, dan obat untuk penyakit hati—kita orang Indonesia mungkin akan lebih familiar dengan istilah tamba ati. Pada saat yang sama, itu adalah mentor ilahi yang mengurus kegelapan dan membawanya ke terang dan lebih dekat kepada Allah SWT dengan izin-Nya.

Al-Qur'an adalah keputusan ilahi yang menginformasikan tujuan penciptaan segala sesuatu. Ini menyatakan kebijaksanaan dalam penciptaan umat manusia dan memerintahkan bahwa kehidupan dapat hidup dengan cara yang sesuai dengan tatanan ilahi yang hadir di seluruh alam semesta.

Allah SWT berfirman:
"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun." [QS. Az Zumar, 39:23]
Ayat di atas digambarkan sebagai semacam hubungan dengan hati yang harus kita miliki dengan Al-Quran.

Tingkat taqwa kita terkait dengan etos Al-Quran kita yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk karakter Al-Quran yang terdiri dari ketulusan dalam ibadah kita, keindahan dalam perilaku kita, dan kedalaman hati kita.

Kitab Suci Al-Qur'an adalah pegangan paling andal yang bisa dipegang. Allah SWT telah memberikannya kepada para hamba-Nya yang ingin mendapatkan kesenangan-Nya dan yang ingin diselamatkan dari kejahatan dan dari hukuman kekal. Mereka yang berpegang padanya diselamatkan, dan akan dibangkitkan dan bermartabat; mereka yang menolaknya akan dihancurkan; mereka akan direndahkan dan mereka akan menyimpang jauh dari jalan yang lurus.

Al-Qur'an Suci adalah perjamuan spiritual yang dipersiapkan Allah Yang Maha Tinggi sebagai persembahan bagi para hamba-Nya. Mereka yang menerima undangan ini dari Tuhan mereka dan mengambil bagian dalam pesta itu akan merasakan kenikmatan karunia tak berujung yang menghasilkan kedamaian, kebahagiaan dan sukacita.

Martabat dan kehormatan manusia yang sejati tergantung pada sejauh mana mereka melaksanakan perintahnya dan menyempurnakan diri mereka dengan karakternya. Yaitu, umat manusia hanya dapat mencapai martabat dan kehormatan yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, sampai pada tingkat yang ia selubungi dalam spiritualitas dan kemakmuran Al-Qur'an dan mematuhi perintah-perintah ilahi.

Allah SWT memerintahkan kita untuk bercermin pada kehidupan dan peristiwa dengan logika Al-Qur'an dengan memahaminya dengan baik. Karena itu, pikiran, yang dapat menjadi sumber kebahagiaan dan disipasi, membutuhkan arahan yang ditawarkan melalui wahyu.

Jika kita tidak memiliki pintu refleksi yang dibuka untuk kita oleh Al-Qur'an, kita akan kehilangan pemahaman dan pengungkapan banyak kebenaran. Karenanya memikirkan secara mendalam tentang isi Al-Qur'an akan memastikan penemuan banyak jalan kebaikan.
Kita perlu mengenal Al-Qur'an dan menyibukkan diri dengannya agar dapat mempelajari karakter Islam dengan benar.
Ya! Bahwa untuk mempelajari seperti apa karakter Islam yang sesungguhnya, adalah perlu bagi kita untuk mengenal Al-Qur'an. Bagaimana? Tentu dengan membaca dan menghayati arti beserta tafsirnya, dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan.

Tidak mudah memang. Namun bukan berarti tidak mungkin untuk kita lakukan, bukan?

Bagi sebagian dari kita, apakah kita dilahirkan dalam keluarga berbahasa Arab atau tidak, membaca Al-Qur'an itu sulit, terutama tanpa latihan terus menerus. Pengucapan, tata bahasa, dan ritme yang sulit untuk disempurnakan dan bahkan para syekh dan cendekiawan yang paling berpengalaman pun mencerminkan bahwa mereka terus menerus memperbaikinya.
Namun, perbaikan dimulai hanya setelah kami mengambil langkah pertama untuk mencoba.
Dan bagi mereka yang gentar dengan prospek membaca Al-Qur'an dalam bahasa Arab, orang dapat selalu mulai membaca dan memahami ayat-ayat dalam Al-Qur'an dengan terjemahan dalam bahasa apa pun hingga bahasa Arab jadi lebih mudah.

Berharap ada sebuah tips? Semoga ini dapat membatu:

Berikut adalah Langkah-Langkah untuk Membiasakan Diri dengan Al-Qur'an

1. Tetapkan Niat

Ya! Ini selalu merupakan langkah pertama yang harus kita ambil. Untuk tugas apa pun yang ingin kamu capai, penting untuk terlebih dahulu menetapkan niat untuk itu. sekali kamu mengarahkan pikiran ke arah apa yang ingin kamu capai, Allah SWT akan membuatmu lebih mudah dalam melakukannya. Dikatakan dalam Al-Qur'an bahwa:
"Sesungguhnya Allah akan membantu mereka yang membantu-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Kuasa." [QS. 22:40]
Bahkan jika itu adalah sesuatu yang sederhana namun kuat, niat adalah yang paling penting. Jadi, tetapkan niat yang jelas. 

2. Tetapkan Tujuan

Dan petakan tujuanmu, misalnya seperti; apakah itu untuk membaca seluruh Al-Qur'an selama sebulan (tujuan yang umum atau biasa dilakukan saat bulan Ramadhan seperti sekarang), menghafal surah, atau membaca terjemahan Al-Qur'an, tetapkan itu. 

Namun, ada satu hal yang perlu digaris bawahi dalam hal ini, yaitu Buat tujuan yang masuk akal.  

Jika kamu tidak memiliki pengetahuan tentang huruf Arab, jangan menjadikannya tujuan untuk membaca seluruh Al-Qur'an dalam bahasa Arab dalam satu bulan! Mulailah dengan perlahan, namun pasti. Kamu tahu keterbatasan yang kamu miliki lebih baik daripada siapa pun di dunia ini; menetapkan tujuan yang sulit hanya akan mempercepat kesulitan, dan bahkan mungkin bisa menyebabkan kamu menyerah.

3. Rencanakan Sebelumnya

Tidak bisa dipungkiri bahwa bahkan jika itu adalah bulan Ramadhan; bukan hal yang tidak mungkin jika seorang Muslim tidak dapat menyelesaikan tugas rutinnya dan kadang-kadang mungkin menjadi sulit untuk mengelola Din dan Dunia pada saat yang sama. Untuk menghindari hal-hal yang semacam itu, banyak di antara kita telah merencanakan bagaimana jalannya hari-hari kita besok.

Seperti saya, saya memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan Al-Qur'an di bulan Ramadhan ini, dan meski demikian, saya masih harus merencanakan sebelumnya. Kenapa? Karena tidak tahu apakah hari esok saya bisa menepatinya atau malah undur karena berbagai alasan, saya mengambil langkah ini sebagai antisipasi. Kemudian menentukan jadwal.

4. Buat Jadwal dan Patuhi

Seperti yang kita semua tahu, salah satu cara yang paling umum diambil untuk menyelesaikan Al-Qur'an dalam waktu satu bulan adalah dengan membaca satu Juzz setiap harinya. Dengan begitu, jika tidak ada halangan atau dengan kata lain itu berjalan lancar, maka dalam 30 hari saya akan telah membaca seluruh Al-Qur'an, insya Allah—ini adalah cara yang paling sering saya gunakan untuk menyelesaikan Al-Qur'an di bulan Ramadhan. 

Lalu bagaimana jika ada halangan yang berakibat pada ketertinggalan? Inilah kenapa saya mengambil langkah ini yang sekaligus sebagai antisipasi. Bahwa sesungguhnya misi untuk mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadhan telah saya persiapkan dan tidakkan sebelum Ramadhan itu tiba. Bahwa sebelumnya saya sudah mencicil (8 Juzz) dan meneruskannya di Bulan Suci ini.

Terdengar ringan dan sepele? Yaaa, padahal tidak juga. Hanya saja, mungkin saya sudah terbiasa untuk menepati jadwal membaca Al-Qur'an yang telah saya tetapkan, atau paling tidak 'mengusahakannya'.

Jadi, di luar Ramadhan, saya punya jadwal yang mana sehabis sholat magrib saya (usahakan untuk bisa) membaca Al-Qur'an entah berapapun ayat yang bisa saya dapatkan. Ini jadwal rutin saya.

Memang, terkadang, melafalkan satu Juzz setiap hari kadang menjadi terlalu menuntut, sulit, dan berat. Saya sendiri pun mengalaminya. Jika demikian, jangan dipaksakan: Kamu bisa memulainya dengan membaca beberapa halaman atau dengan membaca satu 'ain jika beberapa halaman masih terasa cukup berat. Ini tidak hanya akan membuatmu lebih mudah untuk menyelesaikan Al-Qur'an, tetapi juga tidak akan membebanimu dengan cara apa pun.

4. Temukan Guru Mengaji atau Teman yang Setujuan

Inilah kenapa di daerah-daerah masih ditemui anak-anak atau remaja dan seterusnya yang masih menghiasi serambi-serambi masjid dan musholla dengan mengaji—yang dimaksudkan di sini adalah membaca Al-Qur'an yang disimak oleh seorang (guru) yang menguasai. Karena tidak hanya sebagai wadah untuk belajar bagaimana cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar, tetapi juga sebagai langkah untuk membiasakan anak atau remaja agar terbiasa dengan Kitab Suci Al-Qur'an.

Terlebih di Bulan Ramadhan nan Suci ini banyak ditemui masjid dan musholla yang menggelar tadarus, hendaknya momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk belajar dari guru mengaji dan sekaligus untuk menemukan teman yang setujuan.

Seperti halnya saya, di Bulan Suci ini jadwal untuk membaca Al-Qur'an saya ganti setelah sholat tarawih dengan cara mengikuti tadarusan di masjid. Kalaupun saya tidak bisa mengikuti kegiatan tadarus itu, saya akan meneruskan misi itu di rumah.

Saya pribadi sangat merekomendasikan bagi kalian semua untuk mengikuti kegiatan tadarus ini. Cobalah.

5. "Baca Sekarang!"

Mungkin ini juga bisa disebut sebagai 'memanfaatkan waktu'. Bahwa hal terbaik untuk dilakukan adalah dengan membaca Al-Qur'an pada setiap kesempatan yang ada. Kapan saja. Seperti selama istirahat makan siang di tempat kerja atau saat kamu sedang menunggu pertemuan atau janji temu, dan lain sebagainya. 

Kamu bisa membawa Qu'ran berukuran saku atau unduh Qur'an di ponselmu sehingga mudah untuk diakses dan kamu dapat memanfaatkan waktumu sepenuhnya untuk mengejar tujuanmu yang lebih besar.

6. Konsistensi adalah Kunci

Terakhir, sangat penting untuk tetap tabah dan konsisten untuk mencapai tujuanmu. Apapun itu. Jika kamu merasa kekurangan, ingatkan dirimu akan pentingnya tugas yang ada dan pulihkan dirimu. Satu-satunya jalan ke depan adalah untuk tidak melupakan perolehan akhir dan terus-menerus berusaha mencapai tujuan yang ada di depanmu.


Dan syukur alkhamdulillah, Ramadhan telah ada di sini. Inilah bulan di mana Kitab Suci Al-Qur'an di turunkan. Dan apapun tujuan kita selama bulan ini, Al-Qur'an adalah bagian mendasar dari iman kita. Dan semoga, berkat kedekatan kita dengan Al-Qur'an, bisa menjadi salah satu peringan kita di akhirat kelak.

Hal ini telah diriwayatkan dalam hadis yang bunyinya:
"Bacalah Al-Qur'an! Karena pada Hari Penghakiman, Al-Qur'an akan tampil sebagai perantara bagi orang yang membacanya." [HR. Muslim, Musafirin, & Ahmad]
Juga hadis lain yang berkaitan:
"Jika ada di antara kamu ada yang suka memohon dan berbicara (dengan) Tuhanmu, biarkan dia membaca Al-Qur'an dengan hati yang penuh penghayatan dan penuh perhatian." [HR. Suyuti] 
Tidak hanya untuk diri kita sendiri saja, bahwa dengan kedekatan kita dengan Al-Qur'an juga bisa menjadi salah satu jalan untuk berbakti kepada orang tua kita:
"Pada Hari Pengadilan, sebuah mahkota akan diletakkan di atas kepala orang tua dari mereka yang membaca Al-Qur'an dan bertindak sesuai dengan itu. Cahaya dari mahkota ini lebih indah daripada cahaya dari matahari yang akan menerangi rumah jika itu dimasukkan ke dalamnya. Jika demikian, dapatkah kamu membayangkan cahaya orang yang bertindak sesuai dengan Al-Qur'an?" [HR. Abu Dawud]
Dari hadis di atas bisa kita ambil pembelajaran:

Kita mungkin saja tidak bisa membahagiakan orang tua kita dengan prestasi, materi, dan atau atas hal-hal yang lainnya, tetapi kita masih bisa mewujudkan bakti kita dengan menghadiahkan mahkota terindah kepada mereka di Hari Pengadilan kelak melalui syafaat Kitab Suci yang kita baca dan amalkan setiap hari.

Semoga. Amin.




Referensi:

  • "Want to complete Quran during Ramadan? Here’s how you can do this!" by Omam Khalid: https://www.islamicfinder.org/news/want-to-complete-quran-during-ramadan-heres-how-you-can-do-this/
  • "Why It’s Important to Read & Recite Qur’an This Ramadan" by Tahira Ayub: http://muslimgirl.com/24273/ramadan-significance-quran-scheduling-goal-recitation/
  • "To be familiar with the Holy Qur’an" by Osman Nuri Topba┼č: https://en.osmannuritopbas.com/to-be-familiar-with-the-holy-quran.html
  • Tafsir Al-Qur'an dan Hadis: https://risalahmuslim.id/quran/

Ahmad Ali Buni

No comments:

Post a Comment

SUBSCRIBE